Adik :"Kak sesungguhnya negara kita tercinta ini kenapa ya?"
Kakak :"Semua yang terjadi tak lain hanya karena satu hal yaitu krisis moral, penguasa yang terlanjur tenggelam dalam nikmatnya dunia, rasa egois yang semakin menutup nurani dan bibir yang semakin merekah oleh indahnya kata-kata rayuan."
Adik:"Kalau baru mau nyalon aja omongane meduk giliran udah jadi cuma mblekutuk, ya seperti sekarang ini mau beli bensin aja kok kayak maling padahal kita kan gak ngutang gak juga nimbun,,,
seharusnya kan mereka sadar kita mengecer ngambilnya juga dikit asalkan udah bisa buat beli beras aja udah Alhamdullillah apa mereka gak pernah berfikir sampai ke situ ya ?"
Kakak:"ehmmm namanya juga penguasa dek,,,ayo ngantri meneh yuk"
Percakapan dua saudara yang berprofesi sebagai penjual bensin eceran. Mereka berada tak jauh dari lokasi POM. Berita kenaikan harga BBM membuat para pengecer susah untuk mendapatkannya meskipun mempunyai surat ijin usaha.
Seperti yang di lakukan dua anak ini, pertama mereka datang ke POM seperti biasa dengan jerigen tua nya yang mampu menampung 25 liter bensin. Sesampai di POM petugas bilang kalau tidak diperbolehkan membeli dengan membawa jerigen besar meskipun belinya hanya sedikit.
Keesokan harinya mereka datang dengan membawa jerigen yang berisi 10 liter, walhasil apa yang terjadi,,,," maaf tidak melayani pembelian dengan jerigen walaupun kecil sekalipun,,,"
Lalu para pengecer pun pulang dengan serenteng oleh-oleh dari POM yaitu kekecewaan.
Meski hasil mengecer itu tak seberapa yaitu hanya Rp.500 tapi bagi mereka sangat berharga.
Sang kakak pun termenung mencari -cari cara agar mereka dapat berjualan kembali demi keutuhan sehari-harinya.
Meskipun dunia ini sempit bagi mereka yang serakah tapi anugrah Tuhan maha luas.
Akhirnya dia menemukan cara untuk mendapatkan bensin itu, kemudian ia bilang pada sang adik terkasih.
"Dik,,,,,kamu pinjem motor temen ya kita beli bensin malam ini......"
"Lho emangnya dah boleh beli to kak....?"
"Kita kan gak beli dengan menenteng jerigen... "
"Lalu....?"
"udah....ayo pokoknya jerigennya aku yang bawa.."
Sang adik pun mengikuti kakak nya tapi tidak berhenti di POM tapi di samping nya yang tempatnya agak gelap. Sang kakak meletakkan jerigen dan selang kecil di tempat itu. Ternyata sang adik pun tau maksud nya.
Mereka pergi ke POM itu dan mengisi penuh tangki motor mereka lalu menuju ke tempat jerigen tadi dan menyedot habis bensin untuk diisikan ke jerigen lalu mereka balik lagi.
Sampai ke tiga kalinya petugas POM mengisikan bensin tidak sesuai dengan jumlah uang yang di berikan.
Dengan mata melotot petugas tersebut membentak mereka.
Adik pun bertanya "lho mas kok gak penuh.....literannya masih belum sesuai tuh dengan jumlah uangnya "
"Kalian ini udah bolak-balik belli dalam satu waktu jadi harus dipotong."
"Jangan gitu ah mas gak ada aturan POM kayak gitu kok"
"Jangan membantah ya, mau dapat bensin apa gak?"
Adik pun hilang kesabaran dengan menyatukan gigi dan mengepalkan tangan bicara sama petugas itu.
"Mas kami ini udah datang dengan baik-baik lho, kami juga gak bawa jerigen....atau mau kekerasan sekarang pun gak masalah, disini banyak saksinya..."
Tiba-tiba terdengar suara dari belakang huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu.................
deretan pengantri yang kayak ular naga panjangnya mencela petugas itu.
Heheheee kasihan juga ya........
Dan akhirnya mereka pun dapat satu jerigen bensin untuk di ecer walaupun dari setetes demi setetes.
Alhamdulillah........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar